Jumat, 17 Juni 2011

KEMILAU CAHAYA DAN GEMERICIK MATA AIR ISTANA

        Kuda terbang itu melesat secepat cahaya. Ketika malam semakin gelap, sampailah Princess Noura di istana kerajaannya. Semua sudah menunggu kedatangannya. segera, dia menyerahkan kalung mutiara yang sudah bersinar cemerlang kepada ayahandanya.
        Baginda Raja lalu membawakan kalung itu ke tempat khusus. Ketika kalung itu berada di tempatnya, seluruh kerajaan yang tampak redup gelap, kemnali bersinar terang penuh kemilau. Sinar terang itu mempengaruhi mata air istana. Mata air itu kembali mengalir dan mengisi kolam-kolan istana. Padahal, Princess Noura dan Baginda Raja begitu khawatir jika mata air akan mengalami kekeringan selamanya. Benar-benar ajaib! Kilauan cahaya dan gemericik air yang jatuh di kolam istana membuat suasana kerajaan begitu semarak.
      Baginda Raja dan seluruh penghuni istana tampak gembira.Dia sangat bangga kepada Princess Noura. Berkat Princes Noura, seluruh kerajaan kembali bersinar cemerlang dan mata air mengalir kembali. Dia benar-benar bisa menerangi kegelapan, sesuai dengan namanya, Noura yang berasal dari NUR, yaitu cahaya.
     "Selama 24 tahun, negeri ini akan terus terang benderang. Sampai waktunya tiba, kerajaan ini akan redup lagi.dan, mata air kerajaan juga akan kembali menyusut." ucap Baginda raja.
     "Tapi, Ayah, 24 tahun lagi, aku sudah menjadi tua.Apakah aku masih kuat melakukan perjalanan jauh?" ucap Princess Noura cemas.
     "Tidak mesti kau yang keliling dunia,Nak. Bisa saja , Princes-princes dari seluruh dunia kau undang ke istana kita.Atau, bisa juga Princess lain yang melakukannya untuk mengumpulkan cerita penuh hikmah itu," ujar Baginda.
     "Oh, begitu!" seru Princess Noura kembali tenang.
     Princess Noura sangat bersyukur.Perjalanannya keliling dunia kali ini tidak hanya membuat  negerinya penuh kemilau lagi dan mata air kembali mengalir, bahkan hatinya juga menjadi semakin bercahaya dengan kisah-kisah penuh hikmah. Selain itu, pengorbanan dan semangat pantang menyerah Princess Noura akan selalu mengaliri jiwa rakyatnya, seperti mata air mengaliri kolam-kolam istana.http://Wahyuni

Sabtu, 12 Maret 2011

ANAKKU

Nak, jauh sebelum kau hadir dalam kehidupan ayah dan ibu, kami senantiasa bermohon kepada Allah Swt agar dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholihah, yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, rajin beribadah dan belajar, serta dapat menjadi penerus dakwah Ilallaah. Banyak rencana yang kami rancang, agar kelak bila kau hadir, kami sudah siap menjadi orang tua yang baik dan mampu mendidikmu dengan didikan yang sesuai dengan dinnul Islam, tuntunan kita seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah Saw kepada kita.

                Ayah dan Ibu ingin, kelak bila Allah mengamanahkan kepada kami seorang putri, maka dia akan berakhlaq seperti akhlaqnya Fatimah putri Rasulullah, dan bila Allah mengamanahkan seorang putra, maka dia akan seperti Ali.

                Setelah tanda kehadiranmu mulai tampak, Ibu sering mual, muntah-muntah, sakit kepala dan sering mau pingsan, Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, kami menjagamu sepenuh hati, serta senantiasa berharap, kelak kau lahir sebagai anak yang sehat, sempurna dan menyenangkan. Sejak dalam rahim, kami mencoba menanamkan kalimat-kalimat tauhid kepadamu dan berupaya mengenalkanmu kepada Sang Pencipta, dengan bacaan ayat-ayat suci-Nya, dengan senandung-senandung shalawat Nabi, dengan nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat da’wah dan rasa keimanan kepada Allah yang Esa.

                Saat kau akan lahir, Ibu merasakan sakit yang amat sangat, seolah berada antara hidup dan mati, namun Ibu tidak mengeluh dan putus asa, karena bayangan kehadiranmu lebih Ibu rindukan dibanding dengan rasa sakit yang Ibu rasakan. Ibu tak henti-hentinya berdo’ a, memohon ampunan dan kekuatan kepada Allah. Ayahpun tidak tidur beberapa malam untuk memastikan kehadiranmu, menemani dan menguatkan Ibu, agar sanggup melahirkanmu dengan sempurna. Bacaan dzikir dan istighfar, mengiringi kelahiranmu.



               
                Begitu kau lahir, sungguh rasa sakit yang amat sangat sudah terlupakan begitu saja. Setelah tangismu terdengar, seolah kebahagiaan hari itu hanya milik Ibu dan Ayah. Air mata yang tadinya hampir tak henti mengalir karena menahan sakit, berganti menjadi senyum bahagia menyambut kelahiranmu. Ibu dan Ayah bersyukur kepada Allah Swt, kemudian Ayah melantunkan bacaan adzan dan iqomat ditelingamu, agar kalimat yang pertama kali kau dengar adalah kalimat Tauhid yang harus kau yakini dan kau taati selama hidupmu.

                Saat pertama kali kau isap air susu Ibu, Ibu merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara. Ibu ingin memberikan semuanya kepadamu, agar kau segera tumbuh besar dan sehat. Ibu berupaya supaya ASI ini dapat mencukupi kebutuhanmu. Ibu berupaya untuk selalu dekat denganmu, dan selalu mengajakmu kemanapun Ibu pergi, supaya kapanpun kau lapar, Ibu selalu siaga memberikan air surgawi karunia Ilahi itu kepadamu.

                Ibu berusaha untuk selalu siap siaga menjagamu, kapanpun dan dalam keadaan apapun. Saat malam sedang tidur lelap, Ibu akan terjaga bila kau tiba-tiba menangis karena popokmu basah atau karena kau lapar. Saat sedang makan dan kau buang air besar, Ibu dengan rela menghentikan makan dan mengganti popokmu dulu. Dan semuanya, Ibu lakukan dengan senang hati, tanpa rasa risih dan jijik.

                Sejak kau masih dalam ayunan, Ibu senantiasa membacakan do'a dalam setiap kegiatan yang akan kau lakukan. Ibu bacakan do'a mau makan ketika kau hendak makan, do’a mau tidur ketika kau mau tidur, dan do’a apa saja yang harus kau tahu dan kau amalkan dalam kehidupan keseharianmu. Ibu bacakan selalu ayat kursi dan surat-surat pendek satu persatu setiap malam, dikala mengantarmu tidur, ayat-per ayat dan Ibu ulang berkali-kali hingga kau sanggup mengingatnya dengan baik, dengan harapan kau besar nanti menjadi penghafal Al Qu’ran.

                Ketika kau sudah mampu berbicara, subhanallah, tanpa kami duga, kau telah hafal berbagai macam do’a dan beberapa surat pendek. Ibu bersyukur dan bangga kepadamu. Muncul harapan dalam hati ini, kelak kau tumbuh menjadi anak yang pintar dan rajin belajar.

                Tatkala kau mulai belajar sholat, dan usai sholat kau lantunkan do’a untuk orang tua, walau dengan bacaan yang masih belum sempurna, bercucur air mata ibu karena kau telah mampu melafalkan do’a itu. Timbul harapan dihati yang paling dalam, kelak hingga ketika Ibu dan Ayah tiada, kau tetap melantunkan do’a itu, karena do’amu akan memberikan kepada Ibu dan Ayah pahala yang tak henti-hentinya di yaumil-akhir. Kaulah asset masa depan bagi umi dan abi. Kau akan mampu menolong umi dan abi di yaumil-akhir nanti, bila kau menjadi anak yang sholihah.




                Nak, kehadiranmupun memberikan kepada Ibu dan Ayah pelajaran yang sangat berharga,kau mengingatkan kami tatkala masih sepertimu. Mengingatkan dengan lebih kuat lagi, betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh kakek nenekmu kepada kami, hingga Ibu dan Ayah tumbuh dewasa dan bahkan sampai menjadi orang tua seperti mereka.Ibu dan Ayah sangat menyayangimu, karena kami ingin kaupun menjadi anak yang penyayang terhadap sesama. Kami hampir selalu menyertakan kata sayang dibelakang namamu saat memanggilmu, supaya hatimu senang dan gembira bersama Ibu dan Ayah.

                Saat kau memasuki usia sekolah, Kami carikan sekolah yang baik untukmu. Sekolah yang memiliki visi pendidikan seperti yang Ibu dan Ayah inginkan. Alhamdulillaah, saat kau mulai sekolah, telah banyak berdiri sekolah-sekolah Islam Terpadu, sehingga kami tidak kesulitan mencarikan sekolah untukmu. Ayah mengantarmu ke sekolah setiap pagi dan Ibu mendampingimu selalu hingga kau berani ditinggal di sekolah sendiri.

                Keperluan sekolahmu selalu kami upayakan, walau kadang harus dengan susah payah, agar kau bisa memperoleh pendidikan yang baik dan layak untuk kehidupanmu dimasa yang akan datang. Kami senantiasa berupaya membimbingmu untuk dapat melakukan segala sesuatu, agar saat besar nanti kau mampu melayani dirimu sendiri.

                Bila Ibu dan Ayah tidak mau melayanimu untuk hal-hal yang sudah dapat kau lakukan sendiri, itu bukan berarti kami tidak menyayangimu, tapi justru sebaliknya. Karena Ibu dan Ayah sayang sekali padamu, kau tidak boleh terlalu dimanjakan, hingga saat kau besar nanti, kau jadi anak yang mandiri dan serba bisa.

                Maafkan Ibu dan Ayah bila sekali waktu (atau bahkan sering) memarahimu ketika kau membuat kesalahan yang berulang-ulang. Sungguh, sebenarnya Ibu dan Ayah tak ingin memarahimu, namun kamipun sadar bahwa kau harus tahu dan harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, agar saat kau dewasa dan telah bergaul dengan masyarakat umum nanti, kau bisa memilih untuk selalu melakukan yang haq dan meninggalkan yang bathil. Semoga kau tidak salah sangka.

                Maafkan pula bila Ibu dan Ayah selalu membatasi tontonan dan bacaanmu, karena dewasa ini sangat banyak media yang dapat merusak pendidikan yang sudah kami terapkan kepadamu. Itu semua kami lakukan, agar kau terpelihara dari hal-hal negatif yang akan mendangkalkan akhlaq dan perilakumu. Ibu dan Ayah ingin, kau menjadi anak yang faqih dalam hal agama, menjadi generasi Qur’ani, dan menjadi penerus dakwah Ilallaah.

                Inilah harapan Ibu dan Ayah kepadamu, sangat banyak dan sangat ideal. Oleh karenanya, kami senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Yang Esa, yang Berkuasa dan Maha Agung, agar tidak salah langkah dalam mendidikmu.

Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a'yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman. Amiin


Senin, 20 Desember 2010

KEHANGATAN CINTA

Hujan memang berjodoh dengan dingin, seperti Mesir yang setia pada Nil.. ..
Pun juga Yogyakarta dengan gudegnya.. ..
Laksa cinta yang menyatu pada jiwa jiwa yang keras, pasti akan ada penyeimbang kelembutan pada pasangan rusuknya.. ..
Jika tawarnya sungai berpadu asinya lautan menghangatkan rasa pada hulu yang disebut Qalbu.. ..
Cintailah Cinta pemberi Cinta, cinta pada Pencipta.. ..

#Hangatkan CintaNya#

CURAHAN HATI

Ya Allah........... maafkan aku bila aku marah saat impianku hilang dari pandanganku
Ya Allah .......... maafkan aku bila aku bersedih saat cintaku hilang dari pelukanku
Ya Allah .......... maafkan aku bila aku berputus asa saat harapanku hilang dari perjalananku
Ya allah ........... maafkan aku bila aku kurang mensyukuri pemberian Mu
Ya allah ........... maafkan aku bila aku mengeluh.

Jumat, 03 Desember 2010

Wujud Interaksi Sumber Daya Manusia dengan Sumber Daya Alam di Wilayah Indonesia

I. Pertanian dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Pertanian
* Indonesia disebut dengan negara agraris karena sebagian besar penduduknya hidup dari bercocok tanam.
Arti pertanian dalam sehari-hari adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas bercocok tanam
Tujuan pembangunan dibidang pertanian, yaitu :
1. Meningkatkan kemampuan produksi persatuan luas lahan
2. meningkatkan dan memperluas jenis produksi, serta meningkatkan mutunya untuk memperbesar ekspor
3. meningkatkan persediaan bahan kebutuhan industri dalam negeri
4. memperluas lapangan kerja dalam bidang pertanian
Macam-macam pertanian di Indonesia.
a. pertanian rakyat, yaitu pertanian yang dikerjakan oleh rakyat
b. pertanian perkebunan, yaitu pertanian yang mengusahakan tanaman perkebunan.
Macam-macam pertanian rakyat:
a. sawah
b. tegalan
c. ladang pindah
d. tanaman pekarangan

Rabu, 01 Desember 2010

PRINSIP TIGA KEPEMIMPINAN

Setiap orang ingin menjadi pemimpin, namun seringkali posisi pemimpin yang diperoleh merupakan hasil jalan pintas yaitu melalui "Pendekatan Khusus" bukan karena pengaruh yang tulus secara alami. Saat ini kita banyak melihat pemimpin-pemimpin yang sangat rentan, karena mungkin ia tidak dicintai, tetapi ia bisa melakukan melakukan pendekatan dari atas, lalu ia menjadi seorang pemimpin atau juga ia memang di cintai tetapi ia tidak memiliki kemampuan dan integritas.
Ia menjadi seoprang pemimpin, tanpa ia tahu kemana ia akan melangkah. Mungkinkah ia akan berhasil menjadi seorang karena kedudukannya, namun pada kenyataannya ia tidak pernah memimpin apapun karena memang tujuan utamanya adalah memang bukan untuk memimpin, tetapi semata-mata untuk memperoleh sebuah kedudukan , dimana ia akan memperoleh suatu keuntungan. Celakanya, apabila orang seperti itu menjadi seorang pemimpin dan ia tahu persis bagaimana cara mempengaruhi oranglain, niscaya ia akan menjerumuskan pengikutnya ke dalam lembah kehancuran. Kita tahu bagaimana beberapa pemimpin bangsa yang telah menyengsarakan begitu banyak rakyat, Seperti Mao Tse Tung, Yoseph Stalin, Vladimir Lenin, Adolf Hitler, Pol Pot JenClaude, Slobodan Milosevic atau Augusto Pinochet.

MARI BELAJAR MENULIS

Apapun yang kita alami.............mari kita ikat dengan tinta, agar pengalaman yang kita alami baik senang maupun sedih menjadi kenangan hidup buat kita, dan pelajaran berharga buat anak cucu kita.